SuaraHebat.com - Pekanbaru | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Politik Riau (FMPPR) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru pada Kamis (18/09/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan agar Kejari segera mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang menyeret nama politisi Riau, Ida Yulita Susanti.
Dalam orasinya, massa menilai penanganan kasus tersebut berjalan lamban sehingga menimbulkan kecurigaan publik.
“Kami hadir di sini karena sudah terlalu lama kasus ini menggantung. Kejari harus membuktikan independensinya dan menuntaskan perkara Ida Yulita Susanti,” tegas salah satu orator aksi.
Massa aksi juga membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar aparat penegak hukum lebih transparan serta tidak tebang pilih dalam menangani perkara besar yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pekanbaru, Effendy Zarkasyi, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami pastikan Kejari Pekanbaru tidak akan tebang pilih dalam penegakan hukum. Semua laporan yang masuk, termasuk dugaan kasus yang melibatkan Ida Yulita Susanti, sedang kami telaah dengan serius. Kami bekerja berdasarkan alat bukti dan aturan, bukan opini publik,” tegas Effendy.
Lebih lanjut, Effendy menjelaskan bahwa lambannya proses penanganan kasus ini juga dipengaruhi oleh adanya momentum politik, yakni pemilihan calon wali kota yang baru saja berlangsung.
“Kami tidak ingin langkah hukum yang kami ambil dianggap sebagai bagian dari intervensi politik. Karena itu, kami berhati-hati menunggu momentum politik tersebut selesai agar penanganan perkara bisa lebih objektif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, Kejari Pekanbaru terbuka menerima data atau informasi tambahan dari mahasiswa maupun masyarakat.
"Jika ada bukti baru, kami persilakan untuk disampaikan secara resmi. Kejaksaan selalu terbuka untuk masukan, dan kami pastikan proses hukum berjalan sesuai mekanisme. Hasilnya akan diketahui publik pada waktunya,” pungkasnya.
Aksi berjalan damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan tuntutannya, massa FMPPR akhirnya membubarkan diri dengan tertib.***(SHI GROUP)
Penulis : Jal
Editor. : Ptr
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



